Kualitas Pekerjaan Dinilai Buruk, PWRI Sukabumi Gelar Audensi, Soroti Pengawasan Dinas PU

DHI Sukabumi - kekecewaan masyarakat terhadap kualitas proyek infrastruktur yang dibiayai dari APBD Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) “meledak” sehingga forum resmi. Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DPC Kabupaten Sukabumi menggelar audiensi menyoroti buruknya pengawasan Dinas terkait, yang digelar di Aula STUM Dinas PU Sukabumi, Jawa Barat. Selasa (13/01/26).

Dalam Audensi yang diikuti kurang lebih sebanyak 30 anggota PWRI secara tegas menyoroti dugaan buruknya kualitas sejumlah proyek pembangunan, mulai dari pengaspalan jalan, irigasi, hingga TPT (Tembok Penahan Tanah) yang dinilai masyarakat baru seumur jagung namun sudah rusak.

“Ini bukan sekadar keluhan, ini sudah jadi kegelisahan publik,” ungkap salah satu perwakilan PWRI dalam forum tersebut.

Menurutnya, dugaan cepat rusaknya sejumlah proyek disebabkan oleh penggunaan material yang tidak sesuai RAB, Anggaran yang tidak cukup namun tetap dipaksakan. 

Atau pekerjaan yang diduga disubkontrakkan tanpa kontrol ketat.

"Bukan tanpa alasan, berbagai aduan masyarakat terus berdatangan ke DPC PWRI. Berikut pemenang tendernya selalu itu - itu saja meskipun kualitas pekerjaannya banyak bermasalah, berikut sejauh mana fungsi pengawasan Dinas PU terkait proyek pekerjaan dan sangsi apa yang sudah diberikan bagi kontraktor nakal yang tidak profesional," ketusnya.

Sementara Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan kritik dan.masukan dari masyarakat. “Dan tentunya semua kritikan dan masukan ini menjadi bahan evaluasi agar kedepan Dinas PU lebih baik,” ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua PWRI DPC Kabupaten Sukabumi, Rizal Pane, menegaskan bahwa audiensi tersebut bukanlah formalitas.

“Semua sudah dicatat oleh Kadis dan jajarannya. Tapi yang kami tekankan: harus ada evaluasi menyeluruh. Jangan sampai setelah audiensi ini, proyek-proyek bermasalah kembali terjadi. Kami ingin hasil pembangunan benar-benar berkualitas, bukan sekadar formalitas serapan anggaran saja." Tandasnya. 

Team red

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال