DHI Bogor - menjamurnya toko obat berkedok Toko Kosmetik, Counter dan Warung Sembako yang menjual obat Tramadol dan Excimer ternyata ada dalang dibalik peredaran obat haram tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran Team media di beberapa Toko yang menjual Obat Haram secara terang terangan (Tramadol dan Excimer) seperti di Terminal Laladon, Bilabong, Ciawi, caringin dan Pasir Angin, Kabupaten Bogor dan wilayah lainnya di Kota Bogor, ternyata diduga mereka memiliki koordinator keamanan.
"Informasinya banyak toko - toko obat di Kabupaten dan kota Bogor ini melakukan penjualan obat haram secara terang terangan kepada semua kalangan baik remaja maupun para pelajar. Dan ternyata mereka mempunyai beking. Bahkan, hingga ada yang mengaku sebagai oknum wartawan senior bernama Aska sebagai koordinatornya," ketus Aktifis Bogor yang enggan disebut namanya beberapa waktu lalu
Selanjutnya kata dia, Tanpa ada rasa takut terjerat pidana, mereka terus melakukan penjualan Tramadol dan Excimer ke semua kalangan secara terang terangan.
"Siapapun yang membeli mau pelajar, remaja dibawah umur mereka pasti layani. Terlebih lagi ada oknum wartawan yang ikut membackupnya pastinya mereka semakin berani melakukan transaksi tersebut," tegasnya.
padahal kata dia, Penjualan kedua obat haram itu tidak dibenarkan dengan alasan apapun, bahkan pelakunya bisa dijerat pidana sesuai Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, dan Pasal 197 UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Tapi anehnya mereka tidak ada takut takutnya, seolah olah praktek jual obat haram itu dilindungi, hingga luput dari tindakan Aparat yang berwenang. Padahal jelas - jelas ini musuh negara yang akan merusak masa depan generasi bangsa kita," ucap dia dengan lantang.
Sementara Aska saat dihubungi via telepon mngaku sebagai Wartawan Senior dan membeberkan bahwa dirinya yang mengkondinir Media dan sebagai penyambung ke Bos penjual obat.
"Datang aja ke warung yang mana aja nanti hubugi saya kalau udah di warung supaya gak ribut lagi." Singkat Aska.
