Sinergi GERMAS & Investasi Massa Depan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kab. Sukabumi

 

DHI SUKABUMI,  ​Acara yang khidmat ini digelar di Hotel Augusta, Jl. Raya Cikukulu No. 72, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (9/3/2026). Selain fokus pada mitigasi wabah, kegiatan ini menjadi panggung penting bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam menegaskan komitmen mereka mengawal program primadona pemerintah: Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mengingat pengembangan Isu kesehatan masyarakat dan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sorotan utama dalam agenda nasional tahun 2026. Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap kesejahteraan rakyat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersinergi dengan Komisi IX DPR RI menggelar agenda strategis bertajuk “Sosialisasi Respon Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)”.

​Zainul Munasichin, Anggota Komisi IX DPR RI Gaungkan Sinergi Pusat dan Daerah : Menangkal Ancaman KLB

​Kejadian Luar Biasa (KLB) selalu menjadi ancaman laten bagi stabilitas sosial dan ekonomi suatu daerah. Menyadari hal ini, Zainul Munasichin, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, hadir sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Zainul Munasichin menekankan bahwa kesehatan bukan sekadar urusan rumah sakit, melainkan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

​“Kita tidak boleh hanya bersifat reaktif saat penyakit sudah menjadi wabah. Kunci utama dalam respon penyakit potensial KLB adalah preventif dan promotif. Melalui GERMAS, kita mengajak masyarakat untuk kembali ke pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar Zainul Munasichin di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan kader penggerak desa.

​Zainul Munasichin menguraikan bahwa deteksi dini adalah “peluru” utama dalam memutus rantai penularan penyakit menular. Beliau juga menyoroti pentingnya cakupan imunisasi yang luas serta penguatan sistem koordinasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat bawah. Menurutnya, tanpa komunikasi yang lancar, deteksi terhadap anomali kesehatan di pelosok desa akan terlambat ditangani.

​Namun, ada satu hal yang mencuri perhatian dalam sosialisasi kali ini. Zainul Munasichin mengaitkan isu kesehatan lingkungan dengan asupan gizi. Beliau memaparkan secara rinci mengenai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi prioritas nasional.

​“Penyakit potensial KLB akan sangat mudah menyerang tubuh yang lemah. Maka dari itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah investasi jangka panjang. Anak-anak kita, generasi muda kita, harus memiliki daya tahan tubuh yang prima. Gizi yang cukup adalah fondasi agar mereka tidak hanya sehat, tapi juga cerdas secara intelektual,” papar Zainul Munasichin.

​Beliau menambahkan bahwa MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan upaya sistematis negara untuk menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat. Dengan terpenuhinya gizi sejak dini, Indonesia diharapkan mampu memanen “Bonus Demografi” yang berkualitas pada tahun 2045 kelak.

​Pernyataan Tegas dilontarkan pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Usep, dalam pemahaman serta menambah bobot urgensi dalam kegiatan di Hotel Augusta tersebut. H. Usep memberikan pandangan mendalam mengenai bagaimana program nasional seperti MBG harus diimplementasikan dengan pengawasan ketat di tingkat lokal. Ucap nya

​Menurut nya H. Usep, kebutuhan gizi seimbang seringkali terbentur oleh faktor ekonomi di beberapa lapisan masyarakat. Oleh karena itu, hadirnya MBG diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjamin pertumbuhan anak-anak di Kabupaten Sukabumi. Gagas nya

​“Kami di DPRD sangat mendukung langkah pusat ini. Masyarakat Sukabumi butuh bukti nyata, dan program Makanan Bergizi Gratis ini adalah jawaban atas keresahan orang tua mengenai masa depan gizi anak-anak mereka. Ini adalah bentuk pengabdian PKB untuk hadir langsung di meja makan rakyat,” ungkap H. Usep.

​Lebih lanjut, H. Usep menegaskan bahwa Partai PKB tidak akan tinggal diam jika dalam pelaksanaannya ditemukan kendala. Beliau menjamin bahwa mesin partai, mulai dari tingkat ranting hingga legislatif, akan difungsikan sebagai pengawas program.

​“ kita mulia, yaitu Indonesia Sehat. Namun, program besar pasti punya tantangan. Saya tegaskan, Partai PKB akan terus mengawal dan mengawasi jalannya program MBG ini. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara untuk gizi anak-anak benar-benar sampai ke tangan yang tepat dalam bentuk kualitas makanan yang layak,” tegas politisi PKB tersebut. Jelas nya

​Salah satu poin penting yang disampaikan H. Usep adalah mengenai keterbukaan informasi dan kanal pengaduan. Beliau meminta masyarakat untuk proaktif dalam memantau kualitas program di lingkungan masing-masing.

​”Jika masyarakat menemukan ada masalah dalam distribusi, kualitas makanan yang tidak layak, atau penyimpangan apa pun, segera laporkan kepada kami. Kantor PKB dan pintu ruangan saya di DPRD selalu terbuka. Kita harus pastikan tujuan besar untuk masyarakat Indonesia ini tercapai tanpa hambatan,” imbuhnya

​Sosialisasi yang digelar di Hotel Augusta ini juga mencakup praktik lapangan mengenai langkah-langkah preventif. Para peserta diajak memahami kembali pentingnya aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta pengecekan kesehatan secara berkala. Lengkap nya 

Reporter : Adam Firmando

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال