DHI Sukabumi - bermula dari ajakan Warga Negara Asing WNA) India, seorang remaja berinisial U warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, diduga jadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) di Thailand.
Hal tersebut disampaikan Orang Tua korban berinisial M, bahwa putranya yang berusia 23 tahun berangkat ke Thailand beberapa waktu lalu melalui seorang warga asing yang berasal dari India.
"Anak saya dalam setahun ini sudah 3 kali berangkat kesana, minggu lalu keberangkatan yang ke 3 kali, tapi sesampainya disana korban sulit dihubungi, malah saya dapat kabar anak saya ditahan oleh kantor imigrasi Thailand tapi itupun kabarnya belum jelas," ungkapnya. Jum'at (29/08/25).
Menurutnya, usai mendapat kabar tersebut pihak keluarga mencoba menghubungi WNA itu bahkan hingga mendatangi rumahnya. Namun, yang bersangkutan terkesan menghindar.
"Saya sudah beberapa kali ke rumah orang India itu, tapi yang bersangkutan tidak ada dirumah. kalau seperti itu saya semakin khawatir dengan keselamatan anak saya," tuturnya.
Selanjutnya, orang tua korban mengaku sehari setelah kabar penahanan anaknya di Thailand, ia mendapat telepon dari pihak bandara Soekarno Hatta yang menyatakan jika anaknya sudah berada di Indonesia dan mempertanyakan keberadaan korban.
"Sehari setelah kabar anak saya di tahan, saya dapat telepon dari Bandara, pihak bandara bertanya apakah anak saya sudah sampai dirumah?, saya jadi bingung kok pihak bandara bisa-bisanya menanyakan keberadaan anak saya padahal kan itu bukan urusan petugas bandara," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, anaknya di Thailand ditugaskan untuk mencairkan uang dari rekening satu kemudian langsung mengirim kembali uang itu ke rekening lain, dengan gaji 4 Juta, perbulan. Dan hingga saat ini ia belum bisa berkomunikasi dengan korban dan belum mengetahui keberadaannya.
"Saya cuma minta anak saya pulang dengan selamat, sebelum kepulangannya saya ingin mengetahui dimana anak saya berada dan kondisinya seperti apa, istri saya setiap hari menangis akibat peristiwa ini," tandasnya.
Redaksi