DHI Sukabumi - Dalam mendorong peningkatan perekonomian secara signifikan khususnya bagi para pedagang dan petani lokal Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, meminta agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menggunakan produk impor dalam pelakssanaan pemenuhan bahan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui pesan singkat WhatsApp, Ferry menegaskan bahwa, program MBG memiliki tujuan strategis, guna memastikan kehadiran dalam mempersiapkan dan menopang generasi masa depan dari aspek pemenuhan gizi.
"Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta sejumlah menteri yang fokus pada peningkatan kualitas gizi anak bangsa," ungkapnya.
Menurutnya, MBG juga dirancang untuk mendukung kesiapan generasi muda dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Disisi lain, program tersebut memiliki misi penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan demikian kata Ferry, pelibatan petani dan pedagang kecil sebagai pemasok bahan pangan untuk dapur MBG menjadi salah satu tujuan utama program tersebut.
"Tentunya perputaran ekonomi dilapisan bawah masyarakat akan mengalami peningkatan secara signifikan. Maka dari itu, kami dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi mengimbau secara tegas agar seluruh SPPG tidak menggunakan produk impor, baik itu buah, sayuran, maupun bahan pangan lainnya,” tegasnya.
Ferry menegaskan, penggunaan produk pangan impor justru menutup peluang bagi petani lokal dan pelaku usaha kecil untuk berkembang. Dan kebijakan tersebut hanya akan dirasakan oleh importir dan negara lain, bukan masyarakat lokal.
"Oleh sebab itu, pentingnya memanfaatkan potensi pangan lokal muali dari buah dan sayuran serta kebutuhan lainnya. Dan kami akan terus menyuarakan dan mengawal hal ini agar setiap SPPG mulai meninggalkan pangan impor serta beralih sepenuhnya ke produk lokal demi kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat bawah." Tandasnya.
